RSS

Arsip Kategori: UNM

Sosialisasi Kurikulum 2013 dan Refreshment Asesor Rayon 24 UNM

Sosialisasi Kurikulum 2013
Senin, Tanggal 12-13 Agustus 2013 yang lalu, Lembaga sertifikasi UNM melaksanakan kegiatan sosialisasi Kurikulum 2013 dan refreshment Asesor Rayon 24 UNM. Tentu hal ini dimaksudkan untuk menyamakan pandangan terhadap implementasi kurikulum 2013 pada seluruh asesor UNM dalam rangka menghadapi kegiatan sertifikasi untuk periode 2013/2014 yang tidak lama lagi akan dilaksanakan.

Undangan terkirim pada bulan puasa tanggal 06 Agustus 2013 dengan isi pesan sebagai berikut:

Yth. Bapk/Ibu Asesor PSGR 1 24. Diundang menghadiri Refreshment dan sosialisasi  Kurikulum 2013 (kehadiran menjadi syarat untuk ditugaskan di PLPG) pada hari Senin-Selasa, 12-13 Agustus 2013, Pukul 07.30 wita di Auditorium Amanagappa UNM. Terimakasih PSG Rayon 1 24 UNM.

Yang menarik dan menjadi pertanyaan dan perdebatan  pada banyak peserta di hari pertama adalah  bagaimana menilai ranah sikap untuk seluruh siswa di dalam satu kelas. Sehingga instruktur meminta para asesor untuk mencoba merumuskan sistem penilaian tersebut melalui perangkat pembelajaran yang akan dibuatnya. Pada hari kedua, Selasa 13 Agustus 2013 beberapa asesor yang telah berhasil menyusun RPP  melakukan presentasi hasil pekerjaannya dan tetap mendapat respon yang luar biasa pada seluruh peserta. Apa dan bagaimana bentuknya ke depan mari melihat perkembangannya lebih lanjut, yang jelas sejumlah permen dan buku petunjuk telah di buat sebagai acuan dasar merancang perangkat pembelajaran sesuai kurkikulum 2013 tersebut.

Iklan
 

Dies Natalis ke-52 UNM

Dies Natalis ke-52 UNM
Kegiatan Dies Natalis ke-52 UNM dilaksanakan di Depan Rektorat kampus Gunung Sari Baru UNM pada tanggal 18 Agustus 2013. Di awali dengan gerak jalan santai pada pagi hari di akhiri dengan acara makan-makan dan pengundian hadiah pada beberapa stand pada masing-masing Fakultas.
Kegiatan ini berjalan sangat meriah karena di hadiri oleh seluruh perwakilan civitas akademika UNM. Berbagai macam kue tradisional di jajakan pada setiap stand dan semua peserta Dies Natalis dapat mencicipinya satu sama lain.
Ketua PPS UNM
Dekan FT UNM

Hadia01

Hadia02
Memperoleh 2 Hadiah Kipas Angin
Ayah dan anak penerima 2 buah kipas angin, sedang menikmati kegembiraannya. Tersenyum bahagia karena olahraga ternyata membawa berkah baginya. “Hidup UNM, jaya selalu dalam tantantangan!”

 

Reuni ke-2 Alumni DBE2 USAID Sul-Sel di Popsa Makassar

Reuni Popsa2 Reuni Popsa2a

Sungguh pertemuan ini begitu  berarti, sebuah reuni dari para mantan Alumni DBE2 USAID Sul-Sel. Kegiatan ini sudah dua kali dilakukan di Makassar. Mereka bertemu sekedar melepaskan rasa rindu satu sama lain. Sebagai teman, sahabat yang pernah duduk satu meja dalam pekerjaan untuk negeri kecil ini. Sekalipun tidak semua kawan berkesempatan datang tetapi mereka semua berbahagia melepaskan kegembiraan satu sama lain malam itu. Tidak lupa makanan spesial makassar di sela-sela kegiatan tersebut menambahnya nikmatnya acara itu. Terimakasih untuk pak David Erhmann salam sukses untuk kita semua. (Tempat dirahasiakan!)

 

Brosur S2 PTK UNM

Bagi Anda  yang berlatar belakang keteknikan, terutama Guru-guru SMK, alumni Fakultas Teknik dan umum,  berminat kuliah di Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK) Pascasarjana UNM silakan membaca-baca brosur dan file PDF di bawah.

PTK Pascasarjana UNMSedangkan Anda yang berminat memiliki file PDF nya silahkan mendownload melalui link berikut: http://pps.unm.ac.id/Brosur/S2 PTK Pascasarjana UNM.pdf atau baca-baca di sini S2 PTK UNM.

 

Refleksi Pendidikan Oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

JarDos-UNM Andi Munisa

Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”
“Dari Indonesia,” jawab saya.
Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap.Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***
Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru,sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

Catatan:
Tulisan ini saya kutip dari Facebook Jaringan Dosen UNM

 
 
Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) PTIK FT UNM

Kerjakan tugas dengan serius, tepat waktu InsyaAllah Anda sukses!

Multimedia Pendidikan PTIK FT UNM

Kerjakan Tugas dengan Serius, Tepat Waktu, InsyaAllah Anda Lulus!

pippk

Praktek Instalasi Perawatan dan Perakitan Komputer - PTA FT UNM

Belajar Bahasa Pemrograman

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

CD Interaktif Multimedia

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Multimedia Pembelajaran Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Ajar Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH)

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Teknik Multimedia Web Blog

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini : by Mustamin Tewa'

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

sehat news

informasi seputar kesehatan terkini

amadnoy

the minimalis news