RSS

Arsip Kategori: Minta Pulsa

SMS Mau Beli Rumah

“Jika Anda mencermati kiriman sms di bawah dari nomer yang berbeda-benar semua isi SMSnya sama.”

Saya tidak pernah mau jual rumah tapi menariknya saya selalu mendapat SMS orang berminat beli rumah saya. Hari ini tanggal 29 November 2012 saya dapat SMS  dari +6282327642360 Jam 07-34 AM setelah beberapa waktu lalu tepatnya Hari Minggu Tgl. 26 Agustus 2012 telah mendapatkan SMS dari +6282330512039 Jam 08:35 AM dengan isi SMS sebagai berikut:
“Saya dgn IBU HJ.KARTINI.sdh Sy surfai rumah Yg mau anda Jual.dan sy sngt berminat sy tlp Tdk bisa tembus Masalah harga Hub Suami sy H.WAHIDIN 085318300999 Tks.”

Sekarang isi SMS sebagai berikut:
sy hj.nengsi brminat & cocok mengenai Rumah/tanah bpk/ibu yg mau d jual uda di survei sy tlfn tp tdk tembus masalah hrg hub suami sy 082327642349 DR.H.IRAWAN.

SMS Serupa dari: +6285351104061 Tanggal 11.12.2012 Jam 03:03 AM isi SMS sebagai berikut:
“Sy Hj. Nengsi brminat & cocok mengenai rumah/tanah bpk/ibu yg mau dijual udh sy survei sy tlfn tpi tdk tembus masalah hrg hub suami sy 085351262514 Dr.H.Irawan”

Dengan demikian kita sudah mengkoleksi 6 buah nomor ponsel yang berminat beli rumah yaitu:
+6282327642360 dan 082327642349  mengatas namakan dirinya hj.nengsi
+6282330512039 dan 085318300999 mengatas namakan dirinya HJ.KARTINI
+6285351104061 dan 085351262514 mengatas namakan dirinya Hj.Nengsi

Jika Anda berminat berkenalan dengan orang-orang ini silakan hubungi ponselnya! dan selamat jual beli rumah. Waspada ..waspadalah… baca tulisan sejenis di SMS Jual Beli Rumah.

 

Berbagai Modus Telepon Penipuan: Anak Terjerat Narkoba, Kecelakaan dan Seminar Nasional

Telepon: Anak Terlibat Narkoba
Pagi ini saya menonton pada Jam 5.27 (Jam Komputer Saya), sebelum acara Topik Pagi di ANTV lalu kemudian disiarkan bahwa salah seorang Ibu tinggal di Kulon Progo Yogyakarta menerima telepon dari seseorang yang menyampaikan bahwa anaknya terlibat narkoba dan minta uang tebusan sebesar Rp.60.Juta, jika tidak anaknya akan ditembak mati.
Karena ibu tersebut sangat sayang kepada anaknya maka dia sangat panik dan takut mendengar kondisi anaknya. Ibu itu menjawab bahwa Dia tidak memiliki uang sebanyak itu karena profesinya hanya seorang buruh.
“Lalu berapa uang yang Ibu punya!”
“Saya hanya memiliki Rp.2 Juta, itupun dengan mencukupkannya dengan cara meminjam!”
“Kemudian sipenelpon ok lah kalau begitu, transfernya sekarang!!!”
Ibu itupun bergegas mengumpulkan uang tebusan dan bergegas pergi untuk mentransfer pada nomor rekening yang diberikan. Dalam perjalan terbetik hati untuk melaporkan kejadian tersebut kepada  pihak kepolisian terdekat. Polisi menyampaikan kepada Ibu tersebut bahwa itu adalah bentuk penipuan, sampai pada akhirnya polisi mempertemukan Ibu dengan Anaknya, Alhamdulillah ibu tersebut tidak jadi mentransfer uangnya.

Telepon: Anak Jatuh di Sekolah
Cerita ini kejadiaannya di SMP Negeri 1 Sungguminasa Kab. Gowa Sulawesi Selatan.  Salah seorang guru menceritakan dengan segala keheranannya sampai cerita ini saya tulis kejadian tersebut sudah terjadi sebanyak 3x telepon kepada orang tua siswa.Si penelpon tahu nama orang tua dan siswa sebagai korban. Berikut ceritanya:
“Bu saya Guru dari Anak Ibu, Anak ibu terjatuh dari lantai II sekolahnya, dan sekarang patah, kepala pecah dan sedang ditangani Dokter dirumah sakit. Anak ibu saat ini akan dioparasi  dan mau dipasangi alat tetapi Dokter meminta untuk di bayar terlebih dahulu karena harga dari alat tersebut sangat mahal sekitar Rp.10 Juta” Segera siapkan uangnya dan transfer ke nomor rekening ini!”
“Spontan Ibu tersebut menagis menjerit histeris memanggil suaminya untuk menyiapkan segera uang yang dimaksud”. Dalam kecepatan tinggi motor meluncur menuju kesekolah Anaknya, dan begitu motor tiba didepan sekolah Ibu itupun langsung loncat dan berteriak semakin histeris dan berteriak memanggil manggil anaknya, sambil berlari masuk kedalam sekolah diikuti oleh suaminya!
“Oooooooooooooh Kodong mate tojemmi anakku kodongngggg eh ngek..ngek! Kamaemi anakku dengan suara yang begitu mengganggu seluruh komunitas sekolah. Sehingga spontan aktivitas pembelajaran menjadi terhenti sejenak.
Guru piket yang ikut kaget hampir-hampir tidak bisa mengejar ibu yang berlari sambil meraung raung memanggil anaknya. Setelah berhasil di kerumuni oleh Guru-Guru yang ada di sekolah kemudian ditanya “ada apa ibu menjerit jerit masuk sekolah!, lalu sambil meraung raung menangis menyampaikan bahwa anaknya katanya kecelakaan di sekolah, Salah seorang Guru langsung memanggil anak ibu tersebut yang sedang asyik belajar di Lantai II untuk segera menemui ibunya. Setelah bertemu Ibu tersebut memeluk anaknya sangat erat sambil menagis sejadi-jadinya.
Alhamdulillah…untung uang belum sempat ditransfer, tetapi kejadian ini sudah sempat menghentikan aktivitas belajar siswa beberapa menit dan lagian kejadian ini menurut informasi sudah terjadi sebanyak 3x. Wah..wah..wah…rasanya kita semua perlu lebih waspada soalnya nomor telepon, alamat, nama dari seluruh anggota keluarga bahkan aktifitas kitapun kadang sudah diketahui semua oleh si penelpon.

Telepon Anak Terjatuh di Kampus
Cerita ini menimpa salah satu keluarga yang tinggal di Sukamaju 15 Makassar. Sekitar 2 Tahun lalu anak tertuanya tertabrak mobil dan sempat patah kakinya. Sekarang sudah kondisinya dapat berjalan dengan baik dan melakukan akivitas kuliah di salah satu Jurusan Teknik di UNM. Sutau ketika tiba-tiba telepon rumah berdering di pagi hari menjelang siang  dan diangkat oleh Ibu Korban.
“Bu, Anak ibu Irfan, terjatuh di Kampus, dan kakinya kembali patah, sekarang kami ada di rumah sakit, dan Dokter akan melakukan operasi cuma membutuhkan biaya sekitar Rp.7 Jt untuk pengobatannya, Segera yah Bu? soalnya kondisinya semakin memburuk!, ini nomor rekeningnya!”
Dalam keadaan panik, Ibu Korban langsung  menyiapkan uang dan pergi melakukan transfer pada nomor rekening yang diberikan. Sementara yang lain mencoba menghubungi nomor telpon korban yang juga sedang sulit dihubungi. Setelah transfer selesai dilakukan tidak lama kemudian anak dari Ibu tersebut pulang kerumah dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Karena sudah menyadari bahwa keluarga tersebut  tertipu maka anggota keluarga langsung menghubungi  nomor sipenelpon yang sekarang sudah tidak aktif, dan melacak nomor rekening yang ditempati transfer sebelumnya yang juga ternyata sudah ditutup.

Telepon Suami Kecelakan dalam Masa Studi
Kejadian ini diceritakan oleh teman saya bahwa salah satu Keluarga Dosen UNM yang suaminya sedang tugas belajar mengambil program Doktor (S3) di salah satu universitas di Jakarta mengalami kecelakan. Korban diberikan nama samaran Arman, Ceritanya begini:
“Bu, ini Istri pak Arman ya?, mohon maaf bu, saya teman S3-nya Bapak. Bapak sedang musibah kecelakaan pada saat mau menuju kampus, sekarang mau dioperasi dan biayanya Sekitar Rp.15 Juta. Mohon segera mentransfer uang ke nomor rekening ini, supaya suami ibu dapat  tertolong!”
Istri korban pun dalam keadaan panik, mencoba menghubungi nomor ponsel suaminya tetapi tidak nyambung. Tidak lama kemudian, tanpa pikir panjang lagi langsung bergegas pergi menuju bank untuk mentransfer uang sebesar Rp.10 Juta. Setelah berhasil melakukan transfer tambahan sisa uang Rp.5 Jt sedang diusahakan dengan menjual perhiasan emas di tukang jual beli emas. Karena salah satu anak terus mencoba menghubungi nomor ponsel dari ayahnya dan ankhirnya nyambung menyampaikan bahwa “katanya Bapak Kecelakaan, dan mau dioperasi”, ibu sudah mentransfer uang sebesar Rp.10 juta ke teman Bapak!” Karena Ayahnya tahu bahwa itu pasti tindakan penipuan maka langsung menyampaikan telpon ibu untuk tidak melakukan apa-apa karena saya sehat-sehat saja!”. Sadar akan hal tersebut maka seluruh anggota keluarga mencoba menelpon ibunya yang sedang melakukan transaksi jual perhiasannya. Setelah nyambung dan disampaikan duduk perkaranya, ibunya unglai, kecewa, sedih, benci campur dendam kepada si penelpon tetapi harus pasrah karena uang telah ditransfer.

Telepon Ada seminar Nasional
Cerita ini hampir menimpa teman-teman yang ada di kampus. Pasalnya salah seorang senior yang begitu dihormati bergelar Profesor sedang berada di Jakarta memberi mandat kepada asistennya untuk menelpon beberapa teman-teman Dosennya untuk mengikuti seminar Pengembangan Jurusan di Jakarta. Uang yang diminta sebesar Rp.2 Jt perorang. Nomor rekening sudah diberikan dan diminta segera melakukan pembayaran karena tempat terbatas. Tetapi salah satu Dosen mencoba menelpon HP sang Profesor, Alhamdulillah   berhasil menelpon dan setelah berbincang-bincang sejenak ternyata itu telepon sebelumnya hanyalah tindakan penipuan.
Catatan: Kok bisa tahu semua nama Dosen dan nomor ponselnya!

Telepon: Anak Kecelakan di Sekolah
Cerita ini menimpa salah seorang Guru Bahasa Inggris di SMP yang terletak di sekitar Kawasan Industri Makassar. Beliau sedang ada dirumahnya dan pagi itu menerima telepon dari seseorang sebagai berikut:
“Bu Kum!, Anak ibu kecelakaan, kakinya patah dan pendarahan, sekarang mau di bawah kerumah sakit terdekat mohon mentransfer uang bu untuk biaya pengobatannya!”
Bu Kum menyela, dan langsung mbertanya balik nama anaknya siapa?”
Sambil terkesan berfikir kemudian sipenelpon menyebut “Ruby, bu?”
Bu kumalasi pun menjawab “oh..Ruby? memang anak itu sangat nakal, saya sebagai ibunya juga sangat mengharapkan kematiannya”, kalau belum mati bunuh saja!”
Sipenelpon langsung menutup telepon. Bu Kum tertawa karena ternyata Dia tidak punya anak seumuran SMP yang bernama Rubi he he.

Telepon: Anak Suter Beti Kecelakaan
Cerita ini menimpa suster Beti yang juga menjabat kepala bagian di salah satu rumah sakit ternama di Makassar. Karena cintanya kepada anak laki-lakinya yang meninggal beberapa tahun lalu akibat Penyakit Deman Berdarah (DBD) masih terkadang meninggalkan kesedihan yang begitu mendalam. Baru-baru ini dalam perjalanannya mudik lebaran tiba-tiba mendapatkan telpon sebagai berikut:
“Bu anaknya yang perempuan kecelakaan, sekarang ada dirumah sakit dan akan dipasangi salah satu alat yang cukup mahal pada bagian kepalanya. Kalau tidak percaya silakan Bu, berbicara dengan Dokternya!” Dalam percakapan itu ternyata suster Beti belum menyadari bahwa dirinya adalah seorang Suster yang mengenal hampir seluruh Dokter Yunior sampai Senior.
“Bagaimana Kondisi anak saya Dok?”, Dokter itupun kembali mengulangi ucapan yang sama dengan pembicara sebelumnya. Kemudian Suster Beti kembali bertanya “Oh..iya ini dengan Dokter siapa dan tugas dimana?”, sipenelpon mulai ragu-ragu dan kelihatannya sedang berfikir untuk menyebut nama seseorang. Setelah ia menyebutkan namnya kemudian suster Beti kembali bertanya apa nama alat yang Anda mau pasang ternyata Dokter itu juga tidak tahu apa namanya!”
Kemudian suster Beti menyampaikan “eh Dokter Gadungan saya ini bekerja di rumah sakit yang Anda sampaikan. Tidak ada dokter yang bernama kamu!” Telepon langsung diputuskan.

Catatan:
Mari mengambil hikmah dan menyimpulkan sendiri dari berbagai kejadian yang telah menimpa saudara-saudara kita. Bukan tidak mungkin kita juga sedang diincar kejadian yang sama, dari orang yang mengenal kita, dari orang yang iseng, dari orang yang ingin berniat jahat kepada kita dengan cara mempelajari terlebih dahulu apa dan dimana pekerjaan kita, Alamat, Anggota keluarga kita dengan segala aktifitasnya. Tetapi bukan karena banyaknya kejadian seperti itu lantas menjadikan kita takut, tingkatkan kewaspadaan, beribadalah dengan benar agar Allah menghindarkan kita semua dari berbagai kejadian yang seperti itu. “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berserah Diri”. “Ya Qawiyyu Mallidhoifi gairuka”, “Bismillahi ladzi laa yadurru ma asmihi sai’un fil Ardhi walaa fissama. Wahua ssamiul ‘alim” (Mohon membenarkan jika ada ejaan yang salah!).

 

Undian TELKOMSELpoin Vs TELKOMSEL POIN

SMS ini sudah lama cuma saya sedang kehilangan selera update blog untung saya masih menyimpan SMS SMS ini dengan isi pesan sebagai berikut:
“SELAMAT!!No, SimCARD Anda Terpilih Menang Cek Rp100Jt,dr; TELKOMSEL POIN Ke”17thn2012″ U/Imfo, Hubungi 085289617777 Pengirim: TELKOMSEL”
Dari:+6285256211645, 08.08.2012, 03:08 AM

SMS ini diberikan spasi kosong yang sangat panjang ke bawah sebanyak 25 Baris supaya kelihatan seolah-olah benar dari TELKOMSEL.
Karena saya tidak melakukan tindakan apa-apa dari SMS ini kembali pada pagi hari saya di SMS kembali dengan isi pesan sebagai berikut:
“Slmt!!!No anda Mendpt hadiah Rp.75jt.dari TELKOMSELpoin Diundi tadi mlm Pukul.23:30.wib Di RCTI.info Hub: 085327774517. Ir.H.MULYADI. Pengirim: +777”

Dari:+6285285482212, 08.08.2012, 10:28 AM

Saya sebenarnya menunggu permohonan maaf dari HP orang ini (+6285256211645 dan +6285285482212) mumpung masih suasana lebaran. Jelas-jelas dia telah mencoba menipu mata saya mengatakan pengirimnya dari TELKOMSEL dan  +777 kemudian memberikan spasi yang begitu panjang kebawah, tetapi di atas sekali jelas-jelas tertulis nomernya. Saya juga sedih karena dihari yang sama mestinya saya mendapat 175 juta dari 2x SMS rencana mau beli rumah tetangga supaya bisa buat kegiatan kemasyarakatan bersama anak-anak Yatim Piatu. Ups..gagal lagi, gagal lagi!!!

Baca Tulisan Terkait:
1. SMS “Berminat Mau Beli Rumah”
2. Hadiah Uang “€ 450,000.00 Euro” Sebagai Modal Usaha Awal
3. TELKOMSEL Poin memberikan Hadiah 120 Juta, Mantap!!
4. Minta Transfer Uang ke BNI
5. Minta Pulsa 20 & 50 Vs SMS Bohong & SMS Penipu
6. Hati-Hati Penipuan Mengatas Namakan Undian PT Telkom! (0411-7443227)

 

Minta Pulsa 20 & 50 Vs SMS Bohong & SMS Penipu

Dari : +6282191646192
04.12.2011
03:32 AM
Krmkan dlu plsa 20 rb, dikrm k nmr 082191646127 dari Ani.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dari : +6282191273285
24.11.2011
10:15 AM
iskn dluh pls 20 ke no ini, 085395973784,bsk sy byr skrang penting, dr ANTI

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dari: +282191553465
23.11.2011
08.28 AM

Selamat!!Anda m’dpkn HADIAH Rp – 65 juta dari TELKOMSELpoin Di Undi tadi mlm PKL ’23:30/RCTI. Hubu “kantor” pst 085282424245 Ir,H.SRIYANTO
Pengirim: +777

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari ini Jum’at Tgl. 18/11/2011 Jam Ponsel 12:49 PM, pas sepulang melakukan Shalat Jum’at barusana mau online tiba-tiba SMS berdering dari +6282191691190 dengan isi pesan sebagai berikut:

kirimkanka Pulsa 50 di nomor ini;0821 91691192.nanti uangnya Saya kasih.Dari Anto.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Siang ini, Senin 07-11-2011 jam 01:33 PM saya mendapat SMS dari Nomor +6282191518759 dengan isi pesan sebagai berikut:

belikanka dulu pulsa 50 di nomor ini 085397215099 pulampa saya kasi uangx. dari adi.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari ini Kamis, Tgl. 29-09-2011 jam 12:08 PM, saya mendapat SMS dari nomor +628989782690 dengan isi pesan sebagai berikut:

Ma.isi dlu puls 20rb.nmr in. 085399339574 cpt ma.pntng

Baca Tulisan Terkait:
1. SMS “Berminat Mau Beli Rumah”
2. Hadiah Uang “€ 450,000.00 Euro” Sebagai Modal Usaha Awal
3. TELKOMSEL Poin memberikan Hadiah 120 Juta, Mantap!!
4. Minta Transfer Uang ke BNI
5. Undian TELKOMSELpoin Vs TELKOMSEL POIN
6. Hati-Hati Penipuan Mengatas Namakan Undian PT Telkom! (0411-7443227)

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 29 September 2011 in Minta Pulsa, Pulsa, SMS Bohong, SMS Penipu

 

Hati-Hati Penipuan Mengatas Namakan Undian PT Telkom! (0411-7443227)

Aku hampir kena Tipu dengan mengatasnamakan undian PT Telkom dari nomor 0411-7443227.

Alhamdulillah hari ini Kamis Tgl 2 Juni 2011 saya mendapat pengalaman berharga.  Berhubung karena hari libur maka saya hanya beristirahat di rumah saja, karena tidak ada telpon dari Mahasiswa untuk bimbingan ataupun jadwal perkuliahan. Pagi-Pagi saya menuju ke rumah saudara di seberang jembatan kembar sungguminasa melakukan acara ulang tahun keponakan.

Tepat waktu Dhuhur tiba, saya pulang kerumah kemudian membersihkan diri terus Shalat Dhuhur dan tidur siang. Telpon rumah tiba-tiba berdering saya terbangun kemudian mengangkatnya: (P: Penelpon Vs S: Saya), terjadilah dialog sebagai berikut:

  • P: “Halo, ini rumah bu Rosmiati..?
  • S: bukan…!
  • P: “Lalu siapa nih?”
  • S: “yang jelas bukan ibu Rosmiati seperti yang Anda cari…!
  • P: :ini dari Telkom, tadi pagi ada undian no telepon rumah yang dilakukan secara acak dan kebetulan nomor Anda yang terpilih sebagai pemenang, ini dengan pak siapa?
  • S: “Dengan Pak Mustamin”
  • P: “Pekerjaannya dimana ya Pak?

hmmm, sebenarnya saya sudah agak curiga kok PT Telkom  tidak tahu nama dan alamat pelanggannya ya?, tetapi karena ragu-ragu siapa tahu itu benar maka saya ikuti saja diskuis tersebut. Selain itu saya  juga butuh informasi kalau modus penipuan yang selama ini dikeluhkan teman-teman yang sudah menjadi korban kira-kira seperti apa ya? karena saya butuh informasi maka  okelah saya mencoba mengikuti permainan si Penelpon, supaya bisa mengorek keterangan yang mungkin berharga untuk di bagi.

  • P: Begini Pak, dalam undian ini Bapak  mendapatkan satu buah Komputer, Handphone dan uang sumbangan Rp. 5.000.000,- dari PT Telkom.
  • S: Alhamdulillah, jadi apa yang harus saya lakukan pak?
  • P: Hadian akan dikirim hari ini juga pak, sebentar saya akan kerumah Bapak, bersama seorang Wartawan dari Fajar, dan Notaris. Bapak Cukup berpakaian rapi, tidak dipungut biaya sepeserpun, Bapak hanya bertanda tangan di atas materai Rp.6000,- yang juga kami telah siapkan. Cuman tentang uagnya berhubung ini hari libur nanti dapat dicairkan besok di jam kerja bapak mau di bank apa? Mandiri, BNI, BRI, Danamon, BCA (nampaknya semua bank disebutkan!)
  • S: Mandiri saja pak, karena transfer gaji saya selama ini di Mandiri. Ini bukan Penipuan ya Pak? sekarang kan modusnya macam-macam?
  • P: Ah..bukan Pak, saya Ir. H. Syaripuddin bagian xxxxx (menyebutkan jabatannya di PT Telkom tetapi saya tidak jelas memperhatikannya), memang sekarang ini banyak penipuan tetapi ujung-ujungnya meminta uang jangan dilayani pak.
  • S: benar pak, jadi bagaimana nih selanjutnya.
  • P: Silakan menghubungi 0411-7443227

Lalu saya menghubungi nomor tersebut,

  • S: saya tadi diminta untuk menghubungi no ini katanya saya dapat undian?
  • P: oh iya benar, bapak dapat undian dari pengundian nomor rumah secara acak  (Suara yang melayani masih sama dengan penelopon cuman sedikit diubah). Kemudian menjelaskan kembali apa yang sudah disampaikan sebelumnya, kemudian…
  • P: ok, untuk pencairan dananya Bapak harus ke ATM Mandiri untuk mengambil Nota, Bapak sudah tahu bagaimana cara mengambil nota di ATM
  • S: (Pura-Pura) saya belum tahu pak, bagaimana caranya!
  • P: Silakan ke ATM dan saya akan tuntun bagaimana cara mengambil nota pencairan dananya,
  • S: Ok pak saya akan segera kesana.
  • P: Kira-kira berapa lama bapak sampai ke ATM?
  • S: Kira-Kira 20 menit Pak tetapi kalau lebih cepat saya akan kabari
  • P: nomor HP yang akan digunakan untuk menelpon ke saya yang mana ya pak?
  • S: 0852x2x2xxx8 atau nomor ini pak 081xxx1xx2
  • P: baik Pak, kami tunggu! dan hati-hati dijalan ya Pak? dan pastikan bahwa salah satu dari nomor yang Anda sampaikan tadi ikut di bawah.

Saya selanjutnya berfikir yang pertama harus mengamankan semua uang rekening ke Rekening 2 kemudian melanjutkan transaksi bersama si P:

Saya selanjutnya berada di ATM dan melakukan trasfrer uang ke rekening ke-dua dan menyisakan angka ratusan ribuah di belakang koma. Kira-Kira tersisa Rp. 691.xxx,- Kemudian saya mulai menelpon kembali ke nomor ini: 0411-7443227

  • S: saya suah di ATM nih Pak apa yang harus saya lakukan
  • P: Masukkan ATM-nya pak dengan nomor Pin-nya tidak usah disebutkan ke saya supaya orang lain disekitarnya tidak tahu,
  • S: Sudah!
  • P: Kira-Kira kalau ditambahkan uang Bapak dengan uang hadiah dari Telkom yang Rp.5000.000,- itu berapa nominalnya ya Pak?
  • S: RP.5.691.xxx,-
  • P: Tekan Tombol Pembayaran dan Pembelian
  • S: Oh..Tombol ini kan untuk membayar dan membeli barang ya Pak? Kenapa menggunakan Tombol itu?
  • P: Diikuti saja Pak, ini kami hanya membantu Bapak , Kok Bapak Curiga terus dengan kami sih?

he..he..juga dengan sedikit berhati hati kemudian mengikuti petunjuk yang diberikan

  • S: ok, saya sudah tekan pak, apa lagi nih?
  • P: Tekan Tombol Simpati
  • S: Lho kok uang mau di trasfer tarnsaksinya mau membeli pulsa simpati bagaimana sih Bapk ini?
  • P: oh..kayaknya Bapak salah tekan, diulang lagi ya Pak, bapak keluar dulu lalu coba lagi

Saya kemudian kembali mengikuti cara yang disampaikan, kemudian Bapak itu kembali memberi penjelasan

  • S: Sudah siap pak!
  • P: Ok tekan Transfer
  • S: Sudah Pak! kemudian pada rekening tujuan dia menyebutkan no rekeningnya
  • P: ini nomor rekening Telkom Pak, 00xxxxxxx
  • S: Sudah Pak!
  • P: Tekan Benar!
  • S: Sudah Pak! (dan sekarang sisa memasukkan nominal uang yang akan ditrasfer ke rekening yang tadi saya telah masukkan)
  • P: Ketik 499889 (saya memperhatikan baik-baik nomor dan nilainya!)
  • S: oh…saya harus mentrasfer uang ke rekening yang Anda telah sebutkan tadi kurang lebih Rp:500.000,- ya Pak? Kan uang saya ada Rp: 600.000.-
  • P: Tekan Benar saja Pak?  uang bapak selanjutnya akan di akumulasikan dengan uang yang akan di trasfer oleh PT Telkom
  • S: Ah..kayaknya Anda hanya mau menipu saya, ini harus di hentikan! kemudian saya menutup telpon

kwkwkwk, slamet..slamet..slamet…! saya kemudian kembali ke rumah dengan senyum tersipu-sipu geli. Sampai dirumah setelah shalat Ashar kemudian saya berdoa sebagaimana doa biasanya “Ya Allah hindarkanlah Hamba dari Penipuan, Keluarga Hamba, Saudara-saudara Hamba beserta keluarga dan seluruh kaum muslimin, Aamin Ya rabbal ‘Alamin.

Setelah itu saya iseng mengirim SMS ke nomor 0411-7443227 

  • SMS1: “No Reningnya udh sy catat sy tunggu komputer dan handphonenya ya cess, jika tdkj sy konfirmasikan besok ke telkom”
  • SMS2: Bgmn ji dgn transaksi simpati dan tranfer 499889 he he berapa lagi no  rekeningta cess?

Sampai sekarang yang menyedihkan karena SMS saya tidak di balas!

Baca Tulisan Terkait:
1. SMS “Berminat Mau Beli Rumah”
2. Hadiah Uang “€ 450,000.00 Euro” Sebagai Modal Usaha Awal
3. TELKOMSEL Poin memberikan Hadiah 120 Juta, Mantap!!
4. Minta Transfer Uang ke BNI
5. Minta Pulsa 20 & 50 Vs SMS Bohong & SMS Penipu
6. Undian TELKOMSELpoin Vs TELKOMSEL POIN

 
 
Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) PTIK FT UNM

Kerjakan tugas dengan serius, tepat waktu InsyaAllah Anda sukses!

Multimedia Pendidikan PTIK FT UNM

Kerjakan Tugas dengan Serius, Tepat Waktu, InsyaAllah Anda Lulus!

pippk

Praktek Instalasi Perawatan dan Perakitan Komputer - PTA FT UNM

Belajar Bahasa Pemrograman

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

CD Interaktif Multimedia

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Multimedia Pembelajaran Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Ajar Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH)

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Teknik Multimedia Web Blog

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini : by Mustamin Tewa'

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

sehat news

informasi seputar kesehatan terkini

amadnoy

the minimalis news