RSS

Di Makkah..Jangan Taqabbur, Atau berfikir Macam-Macam

17 Okt

DaengTewaBismillahirrahmanirrahim, semoga cerita ini tidak menjadikan kami sombong dan riya’ , hanya sekedar berbagi cerita sebagi wujud kegembiraan atas karunia dan rezky Allah , SWT yang tak berhingga. dan semoga kesempatan dan kenikmatan yang lebih baik pembaca rasakan InsyaAlah, amin..amin..ya Rabbal a’lamin.

Sangat banyak Jamaah yang telah bercerita tentang kejadian-kejadian unik di Makkah. Saya akan mencoba menuliskannya di sini, sekedar berbagi informasi dengan harapan semoga bermanfaat. Mari mengambil pelajaran dari cerita-cerita berikut ini.

Saya mengawali cerita dari beberapa tahun lalu ketika saya menonton siaran TV dan melihat/mendengar langsung beberapa artis bercerita tentang pengalamannya di Makkah. Ketika  ia melihat dari ketinggian (kamar hotelnya) para jamaah yang datang sangat cepat ke Mesjidil Haram padahal belum masuk waktu shalat, terlintas dalam pikirannya

“ih..kok mereka datangnya cepat sekali sih, padahal Mesjidil Haram kan begitu luas”. Dan..ketika Artis tersebut turun dan menuju Masjid, sama sekali tidak mendapatkan tempat dalam Mesjid untuk melaksanakan Ibadah Shalat.

Cerita berikut dari seorang Guru di SMP Negeri 1 Sungguminasa tentang dirinya sendiri. Ia berdiri dan memandangi para Jamaah yang berdesak-desakan melakukan tawaf di sekitar Ka’bah dari jendela kamar hotelnya. Kemudian Terlintas juga dalam hatinya melihat para Jamaah yang berkulit Hitam:

“pasti orang ini yang memiliki bau badan yang kurang sedap ketika orang-orang berdekatan dengannya”.
Setalah itu beberapa saat kemudian, ia langsung mencium bau badan yang kurang sedap dari badannya. Karena baunya sangat menyengat Dia hampir muntah mencium bau badannya sendiri. Dan bertanya ke pada teman sekamarnya.
“Bu Aji (Hajjah)?,” Badan saya bau sekali, apa Ibu mencium bau tidak sedap..? busuk sekali dan sepertinya dari badan saya. Ia mengulang kalimatnya beberapa kali untuk meyakinkan dirinya apakah betul-betul bau badannya begitu menyengat. Tetapi teman sekamarnya mengatakan:

“Ah..tidak bu, saya tidak mencium bau busuk sama sekali. Emangnya ibu sudah melakukan apa, kok perasaan Ibu  seperti itu?”. Ingat…ingat Bu?, tadi melakukan apa..?”, berusaha mencari tahu masalah sesungguhnya.

Astagfirullah..tadi saya melihat Jamaah berkulit hitam, dan terlintas dalam pikiran saya bahwa pasti orang itu bau badannya sangatlah menyengat. Mendengar informasi itu, teman-teman sekamarnya menyarankan untuk melakukan Shalat Tobat. Alhamdulillah setelah  melakukan Shalat tobat, memohon ampun dengan ikhlas atas segala perbuatannya dosa-dosanya termasuk yang terlintas barusan alam pikirannya. Barulah bau tak sedap itu hilang dalam penciumannya. Subhanallah!

Cerita selanjutnya datang dari kakak saya, Hj. Rosmina Jia. Menceritakan dirinya sendiri ketika Dia pergi menunaikan ibadah Haji.

“Waktu melontar Jumrah, terlintas dalam pikiran saya bahwa saya akan membuskus batu es dalam saputangan saya. Maksudnya supaya nanti pada saat melontar Jumrah, saya bisa mengkompres kepala saya supaya tetap dingin ditengah teriknya matahari. Apalagi kalau ada batu kecil yang mengenai kepala saya kan bisa kepala saya sedikit lebih adem”.🙂

Pada saat di tempat Jum’rah benar kejadian, setelah kakak saya pas selesai melontar Jum’rah  dan berbalik kebelakang, kepalanya kena batu dari lemparan orang yang di belakannya dan benjol seperti telor kecil. Sambil menahan sakit ia pulang ke tenda dimana teman-temannya berkumpul sampil mengkompres kepalanya.
Teman-temannya bertanya: “kenapa Bu Ros kepalanya di kompres?”. Kemudian kakak sayapun menjelaskan keteman-temannya setelah menyadari kesalahannya. Akhirnya teman-temannya menyaranlan untuk melakukan shalat tobat. Subhanallah!

Cerita selanjutnya adalah dari seorang Haji teman saya ketika beberapa waktu lalu melakukan perjalanan Umrah bersama istrinya melalui Travel Arminasari. Dia bercerita kepada kami semua di tengah Masjidil Haram ketika rombongan kami menunggu untuk melakukan tawaf wada.

Beberapa waktu lalu, saya pernah melakukan Umrah bersama teman-teman lain. Karana waktu itu banyak orang yang ragu-ragu kalau-kalau dia tersesat dan tidak tahu jalan pulang ke hotel. Kemudian saya menyampaikan kepada mereka: “Tidak usah takut pak/bu, ikut saja bersama saya InsyaAllah aman, soalnya saya telah berulang-ulang datang ke tempat ini, saya mengenali betul kota Makkah. Makkah ini kecil?”
itu kalimat yang saya ucapkan, dan besoknya Astagfirullah, Allah SWT menunjukkan kebesarannya dengan memberikan pelajaran kecil kepada saya, untuk menyadari kesalahan saya. Saya tersesat dan sama sekali tidak tahu entah saya mau kemana dan dimana saat itu. Nantilah saya menelpon ke teman saya bahwa saya tersesat dan tidak tahu jalan pulang, kemudian teman saya mengingatkan pada nomer kode yang terdapat di Mesjidil Haram kemudian saya baru tersadar dan bisa tahu jalan pulang. Saya beristigfar dan segera memohon Ampunan Allah, SWT. Subhanallah!.

Cerita selanjutnya adalah cerita langsung dari seorang ustadz di Travel Arminasari, tentang dirinya pada saat membawa Jamaah di Makkah. Beliau menceritakan pengalamannya kepada kami semua pada saat mendengarkan Manasik Haji dan Umrah pada Travel Arminasari. Ceritanya begini:

Ketika saya membawa Jamaah di Makkah, saya diminta oleh Pak Direktur (Ustadz Mustari Ago) untuk menunggu beliau di tempat yang telah disepakati. Tidak terasa saya menunggu cukup lama dan beliau belum muncum juga. Setelah ia sampai sebenarnya hati saya sudah sedikit dongkol lalu dengan nada suara sedikit tinggi saya mengatakan:
“Kepana Ustadz lama sekali,kami semua sedikit cape nunggunya”. Mendengar uncapan itu, mungkin Ustadz mengerti bahwa beliau memang ditunggui sangat lama maka langsung dijawab saja: “Minta maaf, mari kita pulang ke Hotel!”. Begitu saya berbalik Astagfirullah, saya tidak melihat arah hotel itu ada dimana. Seolah pandangan saya tertutup dan tidak tahu arah jalan menuju Hotel. Saya sadar bahwa mungkin Allah, SWT menegur saya, karena barusan saya sedikit emosi kepada Pak Direktur. Karena sadar akan hal tersebut, saya meminta kepada seluruh Jamaah untuk ikut kembali masuk ke dalam mesjid untuk melakukan Shalat Sunat. Salah satu jamaah bertanya: “Bukankah, kita barusan dari dalam Ustadz?”, saya menjawabnya: “tidak apa-apa ikut saja!”. Saya berfikir bahwa kalau mereka menunggu saya di luar nanti malah terhambur dan tidak bertemu lagi. Dalam hati terfikir untuk melakukan shalat Tobat, atas apa yang barusan saya lakukan. Setelah masuk ke dalam Mesjidil kemudian berdo’a meminta ampus atas segala dosa yang telah dan barusan saya lakukan, maka setelah kami keluar mesjid, Alhamdulillah, saya telah tahu dan melihat arah jalan menuju Hotel. Subhanallah!

Mungkin banyak cerita lain yang menarik dari Bapak dan Ibu semua yang pernah berkunjung ke sana. Tetapai intinya adalah sifat sombong akan membutakan hati dan fikiran, sifat sombong membuat Allah, SWT. murka. Maka minta ampunlah seikhlas-ikhlasnya jika Anda telah melakukan banyak kesalahan dalam hidup ini. Tidak ada orang yang benar-benar suci, pasti pernah berbuat salah, tetapi menyadari dan meminta ampun, akan membuka rahmat dan barakah Allah SWT. Bukankan Allah, SWT adalah Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang. “Bismillahirrahmanirrahim”

 

2 responses to “Di Makkah..Jangan Taqabbur, Atau berfikir Macam-Macam

  1. Andro Fcb

    5 Maret 2014 at 12:39 PM

    hadir pak…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) PTIK FT UNM

Kerjakan tugas dengan serius, tepat waktu InsyaAllah Anda sukses!

Multimedia Pendidikan PTIK FT UNM

Kerjakan Tugas dengan Serius, Tepat Waktu, InsyaAllah Anda Lulus!

pippk

Praktek Instalasi Perawatan dan Perakitan Komputer - PTA FT UNM

Belajar Bahasa Pemrograman

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

CD Interaktif Multimedia

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Multimedia Pembelajaran Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Ajar Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH)

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Teknik Multimedia Web Blog

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini : by Mustamin Tewa'

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

sehat news

informasi seputar kesehatan terkini

amadnoy

the minimalis news

%d blogger menyukai ini: