RSS

Hati-Hati di Makkah Banyak Copet

05 Okt

Ikut sedih rasanyaūüė¶ kalau mengenang perjalanan beberapa waktu yang lalu bersama rombongan umrah Arminasari. Ketika tiba di Makkah ada teman kami yang berasal dari limbung suami istri yang kecopetan, baju gamisnya robek karena sudah tersileti sekitar 5 – 10 centimeter. Luar biasa memang cara kerja mereka karena sangat cepat dan tidak terasa. Akibat dari kejadian tersebut semua uang dan dokumen yang ada di kantongnya ludes tak tersisa. Yah mau apalagi selain beristigfar dan mengambil hikmah dibalik kejadiannya (introspeksi diri).

Sebenarnya cukup gampang mengenali orang-orang yang akan melakukan copet yang standby di depan pelataran Masjidil Haram, maupun di jalan-jalan menuju Masjidil Haram. ¬†Mereka sebenarnya sudah berkeliaran di luar pagar area mesjid bercampur baur dengan jamaah yang mondar mandir. Selain itu juga ¬†para peminta-minta (pengemis) berkulit hitam laki-laki perempuan juga ikut berjajar di tengah jalan dengan jarak-jarak tertentu ¬†berharap mendapat sedekah dan belas kasihan seikhlasnya dari para jamaah yang lalu lalang. Mereka semua rata-rata cacat fisik, ada yang kehilangan tangan, kaki, atau kedua-duanya. ¬†Resikonya adalah terkadang ketika salah satu dari pengemis tersebut dikasih uang real maka yang lain akan mengurung Anda untuk juga ikut meminta sedakah. Jika memang Anda harus melakukannya siapkan uang real yang pas jumlahnya untuk Anda ¬†bagikan, setelah selesai tinggalkan cepat lokasi tersebut. Jangan menunjukkan bahwa Anda masih memiliki sejumlah uang yang banyak di kantong Anda. Hindari ¬†juga berdiri ¬†terlalu lama dalam kurungan para pengemis kecuali kalau memang menurut Anda itu aman ataukah memang Anda harus melakukannya. Masalahnya jumlah mereka sangat banyak, satu pengemis diberi uang real, rasanya memang kurang adil jika tidak bersedekah kepada yang lainnya, jika menggunakan ukuran perasaan.ūüôā

Selama di lokasi Medina dan Makkah, Alhamdulillah saya bersama keluarga terhindar dari ujian seperti itu, tetapi beberapa kali mendapatkan aksi percobaan pencopetan atau mungkin penipuan. Jika ditanya mengapa seperti itu, jawabannya karakter orang muslim ¬†indonesia umumnya perasa dan cepat iba, dan suka menolong sasama. Tentu karakter ini kadang¬† dimanfaatkan orang-orang tertentu yang tahu persis tabiat orang indonesia yang ulas asih tersebut. Apalagi ini sedang berada ditempat-tempat ibadah seperti di Medina dan Makkah.ūüôā

Saya akan bercerita sedikit pengalaman yang saya lalui sejak dari Medina maupun Makkah berkaitan tindakan yang copet atau tindakan unik lainnya.

Suatu malam di Kota Medina, saya berjalan keluar dari Hotel terus ke depan pelataran  Medina. Waktu itu saya sendiri dan malam itu jamaah mulai berkurang. Waktu itu kira-kira jam 09.00 ke atas waktu Medina. Pada saat saya telah menyebrang jalan dan berjalan di antara toko-toko yang sudah mulai sepi bahkan ada yang sudah menutup tokonya. Ada suami istri mendekati saya sambil mendorong bayinya. Laki-laki itu setelah saya perhatikan masih cukup muda cuman badannya besar dan tinggi layaknya orang-orang arab secara umum. Sedangkan istrinya menggunakan pakaian hitam dengan cadar menutup mukanya. Melihat fisiknya dan menatap matanya iapun masih sangat muda.

Orang itupun menegur saya: “hi frend, you can speak Arabic or English. Kemudian saya menjawabnya dengan sedikit senyum “English”. Kemudian orang itu ¬†melanjutkan ucapannya dengan bercerita bahwa ia dari Negara Serbia, dan saat ini uangnya loss (habis) sehingga tidak bisa makan dan pulang ke negaranya tersebut, sambil melihat ke instrinya, dan istrinya membenarkan perkataannya. Kemudian Ia melanjutkan kalimatnya bahwa ia membutuhkan sedikit bantuan berapapun keikhlasan saya untuk membantunya. Sebenarnya saya membawa uang real dan uang Indonesia di dompet saya, tetapi saya tidak ingin membukanya, karena sedikit waspada karena curiga orang ini menurut perasaan saya berkata tidak jujur. ¬†Lagian ¬†malam itu di antara bangunan kota mekah saya belum tahu suasananya seperti apa, sehingga saya menjawabnya, dengan sengaja mencampur-campur bahasa Indonesia dan English supaya kelihatan aneh. Oh ya..i am sorry, my wife bringing my money, my be five minites i can give money for you”. Please wait.!?ūüôā

Kemudian dalam bahasa Inggris orang itu berkata “Saya akan menunggumu di tempat itu..!”, sambil menunjuk salah satu tiang yang ada diantara toko-toko yang mulai sepi. “Ok!”, jawabku…saya mempercepat langkah untuk secepatnya masuk dalam area pelataran Mesjid Madinah dan saya merasa aman sementara. Saya berpikir keras apa yang harus saya lakukan. Tetapi terlintas juga untuk berjaga-jaga saya hanya menyiapkan uang Rp. 50 ribu rupiah jika nantinya saya bertemu kembali diluar pelataran Mesjid. Masalahnya saya sangat ragu saya bertemu orang yang salah.

Beberapa menit saya berada di pelataran Mesjid Medina sambil berfikir keras, sampai saya benar-benar yakin untuk kembali keluar ke pelataran depan Madina dan berharap tidak bertemu orang itu lagi (pikirku). Setelah saya merasa yakin dengan penuh kehati-hatian saya kembali keluar¬† area Mesjid Madina dan menole ke sana kemari sambil berjalan mantap. Sampai di tempat yang dituju saya menoleh dan mencari-cari orang tersebut, tetapi Dia sudah tidak ada ditempatnya, entah¬† mengintip saya dari tempat tertentu atau tidak. Tetapi karena saya merasa diuntungkan maka saya secepatnya berlalu pergi menuju Hotel penginapan saya, sambil beristigfar bercampur pikiran antara percaya apakah orang itu benar ataukah orang itu hanya ingin memeras saya. “Wallahu ‘alam bissawaf”.

Cerita selanjutnya adalah ketika saya berada di Kota Makkah. Di mana saya betul mempeperhatikannya sejak hari pertama berada di kota tersebut. Sebenarnya saya sudah mendapatkan cerita-cerita¬† para jamaan yang terlebih dahulu pergi ketempat suci ini waktu di tanah air.¬† Baru saya percaya setelah berada di kota suci Makkah dan menyaksikannya sendiri. Tidak segan-segan para pengemis memotong jalan kita dan langsung menjulurkan tangannya¬† berharap mendapatkan sedekah. Mereka adalah ibu-ibu pengemis yang kadang menggendong seorang bayi, tetapi kadang diwaktu lainnya juga tidak. Perenpuan-perempuan itu ada yang bercadar tetapi ada juga yang tidak. Kadang-kadang mengemis sendiri tetapi ada juga yang bergerombol. Hati-hati jika ada pengemis yang menghadang dari arah depan dan belakang, ini sering¬† terjadi jika jamaah membawa tas atau kantongan yang kelihatan tebal baik karena uang ataupun karena benda-benda elektronik lainnya. Pengalaman pada teman saya yang jamaah umrah juga telah membuktikan bahwa pada waktu ia hanya memberikan uang real kepada salah satu pengemis¬† dan pengemis yang lain mengepungnya. eh.. besoknya dihadang lagi pengemis yang sama akibatnya¬† kantong gamis putih yang dikenakannya sobek dengan dua kali goresan tanpa terasa. Semua uang dan surat-surat dalam dompetnya raib entah sekarang berada di mana.ūüė¶

Suatu ketika saya dihadang oleh perempuan mudah berpakaian sedikit lusu. Terdapat tanda hitam pas ditengah ubun-ubunnya, mirip orang India. Dia momotong jalan saya sambil mengangkat tangannya yang tertutupi jilbab. Saya sebenarnya tahu bahwa perempuan pengemis ini tidak hanya bermaksud untuk meminta sedekah tetapi Dia akan mencopet saya. Kelihatan waktu mengangkat tangannya di bawah jilbab putih yang dikenakannnya saya melihat ada benda hitam bercabang tiga yang sangat tajam diselip diantara kain yang melilit dibadannya. Saya menjadi semakin waspada. Apalagi umumnya pengemis jarang bicara hanya menunjukkan mimik memelas kepada kita jika yang Anda perhatikan adalah wajahnya. Waktu itu saya memegang kuat Handphone¬† di tangan kanan,¬† sambil mengangkat ke atas dengan kepalan tinju seolah menghadap ke arah mukanya. Sambil sedikit menaikkan suara dengan hanya mendehem “hm..!!!, hm…!!!, hm…!!!” dengan nada yang keras. Soanya tangan satunya tidak pernah kelihatan dan jilbabnya kini menutup di atas tas saya. Saya tidak sadar bahwa tas saya sekarang sudah bocor sekitar 1 CM. Tetapi karena saya¬† selalu menghadap ke arah tas saya dengan kepalan tinju¬† memegang HP, pengemis yang memepet saya pun jadi ciut dan mundur. Saya terus berjalan ke depan dan setelah jauh¬† baru sadar bahwa Dia sudah berhasil melobangi Tas pinggang saya. Dongkol juga rasanya tetapi sedikit besyukur karena saya tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap pengemis tersebut. Astagfirullah.

Ke esokan harinya diwaktu sore hari, saya kembali bertemu dengan pengemis tersebut, Dia bermaksud lagi mencegat saya, tetapi saya kemudian berhenti dan menatap tajam matanya tanpa melepaskannya dan menunjukkan sikap¬† sedikit tidak nyaman kepadanya. Mungkin Dia sadar bahwa kemarin ia berhasil melobangi Tas yang saya kembali gunakan.¬† Pengemis itu mengurungkan niatnya, dan kembali ke posisinya bersama teman-temannya¬† sambil membalikkan pandangannya ke arah yang lain. Sebenarnya jika hanya mengemis tidaklah masalah buat para jamaah karena pasti kita semua tidaklah merasa terbebani untuk melakukannya, tetapi sebagian dari orang-orang ini menjadikan kedok mengemis untuk menutupi aksi copetnya. Sungguh banyak jamaah yang sebenarnya menjadi korban ulahnya, tetapi banyak diantara mereka yang hanya diam dan kemudian berkata mungkin Allah SWT sedang mengujiku.ūüôā Entahlah apakah ini ujian atau sebuah keteledoran dari kita semua. Mungkin juga sudah menjadi langganan polisi pengemis itu tertangkap lalu dilepaskan kembaliūüė¶.

Beberapa hari selanjutnya kami melakukan Ikhram yang ke dua, waktu itu bertepatan dengan Hari Pertama Puasa Bulan Suci Ramadhan. Seperti biasanya perempuan-perempuan pengemis itu sudah berjajar dengan jarak-jarak tertentu¬† satu sama lainnya. Dalam perjalanan menuju Mesjidi Haram, kebetulan istri dan mertua saya di belakang¬† sedang di hadang dan dipepet. soalnya kami semua menggunakan tas pinggan ciri khas Travel Arminasari. Mungkin isi tas itulah yang mereka incar, padahal di dalamnya tidak lebih dari buku bacaan do’a-doa, dan paling sajadah kecil. Karena ketika kami dalam mesjid tas itu juga yang kami gunakan untuk menyimpan sendal. Melihat gelagat pengemis itu saya mundur dan mempersilahkan Mertua dan Istri saya berjalan duluan. Dengan sikap tenang saya¬† berdiri dan menatap pengemis itu kembali dan mencoba mengawal Istri dan Mertua saya. Melihat saya lagi, mungkin kepikiran eh..orang ini lagi yang kemarin yang ia temui. Akhirnya dia berlalu pergi, Alhamdulillah kami kembali selamat dari aksi-aksi para pencopet tersebut.

Sebenarnya sah-sah saja, Anda dan kita semua memberikan sedekah kepada mereka. Saya sendiri juga melakukannya, kadang memberinya uang real sepulang dari shalat Dhuhur dan cukup banyak jamaah lain juga melakukan hal yang sama. Tetapi yang tidak mendikan kita tidak simpati adalah tindakannya yang ingin lebih, ingin mangambil semua yang kita meliki jika Anda tidak waspada. Sehingga dari pengalaman-pengalaman Jamaah yang sudah pulang dari Tanah Suci selalu berpesan:

Jangan layani orang per orang atau rombongan pengemis yang ada di Jalan raya, karena sebagian dari mereka adalah copet. Jika ingin benar-benar bersedekah maka berikanlah itu kepada para cleaning servis mesjid yang jumlahnya ratusan. Mereka tidak cape-capenya membersihkan karpet, mengepel lantai mesjid mengganti galon-galon air minum zam-zam yang berada dalam mesjid dan luar mesjid, memungut sampah tanpa menujukkan perasaan lelah. Mereka sangat gampang ditemui karena jumlahnya yang sangat banyak, dan banyak diantara mereka adalah orang-orang yang berasal dari Indonesia. Jika nanti Anda ke sana InsyaAllah, Anda dengan mudah mengenalinya.

Dengan demikian saya berkesimpulan dari pelajaran-pelajaran yang kami temui serta kejadian demi kejadian yang menimpa teman-teman jamaah Haji dan Umrah lainnya, bahwa. Jika Anda berhadapan dengan pengemis yang memepet diri Anda, jika tanganya tidak kelihatan salah satunya, maka waspadai barang bawaan Anda entah itu kantong dan Tas Anda. tetapi ketika kedua tangannya kelihatan atau tangan yang dijulurkan ke arah Anda itu kelihatan ataupun tidak kelihatan tetapi masih berjarak dengan diri Anda InsyaAllah dia masih pengemis yang baik. Dan waspadalah jika orang-orang itu mengelilingi Anda.ūüôā

Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan para jamaah Haji dan Umrah adalah:

  1. Jangan membawa uang dalam kantong atau tas pinggang menuju ke tempat ibadah terkecuali Anda memang memerlukan dan yakin mampu menjaganya dengan baik.
  2. Simpan uang Anda di Hotel dalam Travel Bag Anda yang dalam keadaan terkunci, kuncinyalah yang Anda bawa atau jaga.
  3. Jika memang ada keperluan untuk berbelanja maka bawalah uang secukupnya sesuai kebutuhan penggunaanya.
  4. Jangan melayani orang-orang tertentu yang sok kenal dengan Anda padahal Anda benar-benar tidak mengenalnya.
  5. berjalan berjamaah pada tempat berbelanja atau tempat ibadah jauh lebih baik daripada sendiri, supaya bisa saling mengingatkan antara satu sama lain.
  6. Hindari menggunakan tas pinggang atau tas selempang dengan posisi di belakang, sebaiknya Anda pastikan bahwa tas tersebut aman berada depan dada atau perut Anda.
  7. Pastikan jika pengemis mengepung Anda muka dan belakang, jangan tatap mata mereka, tetapi perhatikan dan waspadai kantong, atau tas bawaan Anda.
  8. Pastikan setiap Anda meninggalkan hotel untuk selalu membawa identitas Travel Anda, yang dapat dikenali atau dihubungi jika diperlukan.
  9. Hindari berjalan sendirian diwaktu malam yang mulai sepi diluar waktu ibadah baik di Medina maupun Makkah kecuali terpaksa.

Ya Allah, ampunilah kami, jika di dalam tulisan saya di atas ada kata yang salah atau berlebih. Kami berlindung kepadaMu akan kejahatan malam dan siang, dan jadikan kami hamba-hamba yang pandai mensyukuri nikmatMu. Ya Allah SWT. jika Engkau berkehendak kami semua akan selalu rindu untuk kembali ketempat-tempat suciMu dalam ke adaan sehat wal ‘afiat dengan kenikmatan Ibadah. Amin..amin..amin ya rabbal ‘alamin.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) PTIK FT UNM

Kerjakan tugas dengan serius, tepat waktu InsyaAllah Anda sukses!

Multimedia Pendidikan PTIK FT UNM

Kerjakan Tugas dengan Serius, Tepat Waktu, InsyaAllah Anda Lulus!

pippk

Praktek Instalasi Perawatan dan Perakitan Komputer - PTA FT UNM

Belajar Bahasa Pemrograman

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

CD Interaktif Multimedia

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Multimedia Pembelajaran Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Ajar Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH)

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Teknik Multimedia Web Blog

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini : by Mustamin Tewa'

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

sehat news

informasi seputar kesehatan terkini

amadnoy

the minimalis news

%d blogger menyukai ini: