RSS

Hari Pertama Mencium Bibir Hajar Aswad

08 Sep

Bismillahirrahmanirrahim, semoga cerita ini tidak menjadikan kami sombong dan riya’ , hanya sekedar berbagi cerita sebagi wujud kegembiraan atas karunia dan rezky Allah , SWT yang tak berhingga. dan semoga kesempatan dan kenikmatan yang lebih baik pembaca rasakan InsyaAlah, amin..amin..ya Rabbal a’lamin.

Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Sungguh rezky dan pengalaman yang luar biasa yang Allah SWT berikan kepada saya waktu berangkat umrah bersama keluarga. Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan berkesempatan mencium Hajar Aswad sebanyak 5 kali, dan istri saya sebanyak 2 Kali.

Hajar AswadHari kelima pemberangkatan kami melakukan Ibadah Umrah rombongan kami sudah berada di Kota Makkah tinggal di hotel yang jaraknya agak jauh dari Mesjidil Haram, tetapi tidak menyurutkan semangat kami untuk menyempurnakan  ibadah umrah  bersama rombongan.Hotel ini jaraknya kira-kira kurang lebih 1 kilometer dari Mesjid karena waktu kami datang hotel-hotel di bagian samping dan belakang hotel Zam-Zam dilakukan pembongkaran. Sungguh banyak hotel yang di robohkan untuk membangun hotel-hotel baru yang bisa menampung lebih banyak jamaah.

Kami semua memasuki Tanah Haram di waktu malam hari menjelang Shalat Isya dengan berpakaian ikhram perjalanan dari kota Madina. Rombongan kami di pandu oleh seorang ustadz mudah asal Madura bernama Ustadz Ahmad. Beliau sangat menguasai cerita berbagai tempat-tempat bersejarah di Madina maupun kota Makkah. Mungkin karena pengalaman beliau yang sudah lama membimbing jamaah Haji dan Umrah.

Karena rombongan kami tiba malam, maka mobil langsung membawa kami ke hotel terlebih dahulu untuk menyimpan barang dan selanjutnya berkumpul di lobby hotel untuk kemudian melanjutkan tawaf dan sa’i dalam rangka penyelesaian ibadah ikhram kami. Kami semua berjalan kaki dari hotel ke Mesjid Haram dan 3 orang kawan lainnya menggunakan kursi roda dengan biaya 30 real per orang karena faktor usia dan kesehatan. Malam itu begitu ramai jamaah di sepanjang jalan yang kami lalui. Setelah masuk pelataran mesjid kami terlebih dahulu berkumpul lagi untuk mengecek teman dan menunggu supaya rombongan jamaah yang melakukan tawaf mulai berkurang. Tetapi nampaknya memang jamaah dari berbagai negara sangat padat malam itu, sehingga kami semua menunggu sampai menjelang tengah malam kemudian masuk ke dalam Masjidil Haram untuk selanjutnya melakukan ibadah Tawaf sebanyak 7 putaran. Setelah itu kami melakukan Shalat Sunat dua rakaat di samping Ka’bah kemudian selanjutnya berjalan menuju ketempat Sa’i.  Waktu melakukan Shalat Sunat tidak terasa air mata bercucuran karena terharu dan gembira bisa berada di samping Ka’bah untuk memanjatkan do’a-do’a baik untuk diri sendiri, keluarga, saudara, tetangga dan seluruh kerabat serta  adik-adik mahasiswa yang sempat terlintas dalam ingatan saya tanpa kecuali.

Alhamdulillah malam itu juga kami semua menyelesaikan ibadah Ikhram sekalipun malam itu sedikit sedih karena salah satu jamaah kami hilang (perempuan tua) dan nanti hari ketiga berada di Makkah baru di ketemukan. Saya sendiri cedera pada kelingking kaki kanan saya karena menolong orang tua yang belum mahir menggunakan eskalator. Hampir saya rebah bersama di atas eskalator karena berusaha menolong dan mambantu agar orang tua tersebut tidak terjatuh ke belakang yang pada kahirnya menginjak kelingking kaki kanan saya. Alhamdulillah sekalipun sedikit sakit tetapi saya masih sanggup melanjutkan ke sesi terakhir rangkaian ikhram yaitu Sa’i, berjalan dari bukit Safa dan Marwah sebanyak 7 kali putaran yang ditutup dengan Tahallul (mencukur beberapa helai rambut). Kegiatan Tahallul ini  berjalan lancar karena saya membawa gunting dan pisau cukur dalam tas selempang pemberian Travel Arminasari. Setelah itu kami semua pulang ke hotel untuk beristirahat.

Ka'bah

Beberapa hari berlalu kami bersama rombongan melakukan ibadah di Mesjidil Haram, tetapi sedih juga rasanya karena teman kami yang hilang sejak hari pertama belum ditemukan.  Hampir setiap hari kami menayakan kepada pimpinan rombongan apa teman yang hilang sudah temukan..? Sampai pada hari ketiga  tepatnya hari jumat saya berdo’a  degan sedikit putus asa di depan Baitullah  sebagai berikut:

Ya Allah, sampai saat ini saya belum mendapatkan kabar mengenai keberadaan teman kami ya Allah. Setiap waktu Shalat kami melakukan Shalat Jenazah, tetapi kami tidak tahu apakah salah satu dari teman kami ada di sana atau tidak ya Allah. Maka jika Engkau berkenan, berilah kabar kepada kami hari ini ya Allah tentang teman kami hidup ataupun mati. Ya Allah semoga Engkau berkenan mendengarkan do’a kami amin ya rabbal ‘alamin.

Setelah Shalat Jum’at berlalu dan saya pulang ke Hotel dan langsung masuk ke ruangan tempat makan para jamaah. satu persatu teman-teman mulai berdatangan. Sampai pada akhirnya Ustadz Ahmad masuk ruangan dan saya langsung bertanya:

Ustad..? Apa teman yang hilang sudah ditemukan dengan wajah yang penuh harap mendapatkan informasi. Alhamdulillah…sudah ditemukan, Dia sudah ada ditempat penampungan Jamaah yang hilang.
Alhamdulillah…Senang rasanya mendengar informasi tersebut ustadz. (sambil kami mengambil makanan untuk sarapan siang.

Hari sebelumnya salah satu teman jamaah bercerita dengan penuh semangat bahwa Dia telah berhasil mencium Hajar Aswad bersama Istrinya dan juga membawa orang tua yang pernah menginjak kaki saya di eskalator. Dengan napas panjang selain gembira dan bersyukur mendengarkan cerita-cerita teman tersebut jauh dalam lubuk hati yang paling dalam juga muncul keinginan yang  begitu besar untuk dapat mencium Hajar Aswad. Muncul dalam pikiran saya bahwa besok saya ingin mencoba untuk mencium Hajar Aswad, sekalipun saya juga sedikit khawatir untuk berdesak-desakan dengan orang-orang yang berpostur tinggi besar. Soalnya juga kami diwanti-wanti oleh Ustad Ahmad untuk tidak memaksakan diri pergi mencium Hajar Aswad karena resikonya juga amatlah besar. Resiko yang akan dihadapi adalah terjepit dalam barisan orang-orang yang memaksa untuk bisa sesegera mungkin untuk mencium batu tersebut dan jika terjatuh bisa terinjak-injak oleh Jamaah yang lain yang  saling beradu kekuatan mendorong satau sama lain. Sekalipun belum mencoba terbayanglah berbagai resiko tersebut dalam benak saya.Sehingga saya selalu dihantuai perasaan was-was dan cemas, tetapi juga merasa galau jika tidak mendapatkan kesempatan untuk mencium Hajar Aswad sekalaipun itu adalah yang pertama dan terakhir dalam hidup saya. Saya terus memanjatkan do’a doa sebagai pengharapan agar mendapatkan kesempatan seperti halnya yang diarasakan oleh teman-teman saya.

Saya membulatkan tekad dan memantapkan hati bahwa saya akan mencoba-coba saja dulu, dan jika barisan sulit saya terobos saya akan mundur. Toh juga telah disampaikan oleh Ustad pada saat manasik bahwa ada tiga cara yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAW dalam mencium hajar Aswad. Cara pertama dengan mencium langsung, Cara kedua dengan mencium telapak tangannya terlebih dahulu kemudian melambaikannya ke arah Hajar Aswad, dan cara ketiga dengan menyentakkan tongkatnya ke tanah kemudian selanjutnya mencium tongkat tersebut. Toh waktu tawaf cara kedua telah dilakukan  sebanyak 7 kali sambil membaca Bismillahi Allahu Akbar.

Besoknya harinya setelah Shalat Ashar saya turun untuk melakukan Tawaf terlebih dahulu, kemudian Shalat Sunat 2 Rakaat sambil memanjatkan do’a agar diberi keleluasaan untuk mencium Hajar Aswad tersebut. Setelah merasa mantap saya mencoba mengitari Ka’bah sambil menyisip sedikit demi sedikit barisan Jamaah yang sedang Tawaf sampai pada akhirnya saya bisa berada pada lapisan paling dalam dekat dinding Ka’bah. Alhamdulillah pertama kalinya saya bisa memegang dinding Ka’bah sambil mengusapnya menggunakan tangan saya dengan rasa takjub atas kebesaran Allah SWT.

Sambil berzikir mengagungkan kebesaran Allah, SWT saya mencoba mengambil antrian untuk menuju ke Hajar Aswad. Ternyata sudah ada laki-laki mudah memperhatikan saya sambil menawarkan jasa untuk mengantar saya untuk mencium Hajar Aswad.

Mau mencium, mari saya antar pak?
Saya hanya tersenyum sambil menunjuk ke atas (dengan maksud bahwa niat karena Allah SWT, saya akan mencobanya sendiri).

Sebenarnya cukup banyak orang (calo) yang melakukan pekerjaan tersebut untuk mendapatkan uang dengan tarif yang beraneka ragam. Mulai dari 10 – 30 real ke atas, bahkan lebih jika melihat bahwa Anda membawa banyak uang real. Toh..saya hanya mau mencoba dan jika saya mendapati kesulitan dan resiko yang berat maka saya akan mundur. Keselamatan di atas segalanya tetapi keinginan saya untuk mencoba supaya saya bisa menceritakan bagaimana cara untuk mencium Hajar Aswad selalu mendorong semangat saya untuk mencobanya. InsyaAllah karena pertolongan Allah SWT.

Hajar Aswad
Sekarang saya masuk dalam arus orang-orang yang berdesak-desakan dari arah kiri, sambil sesekali mengusap keringat dari terik matahari yang bersinar. awalnya saya memanfaatkan tenaga dari orang-orang yang cukup kuat mendorong saya dari arah belakang.  Tetapi saya  juga menahan tubuh orang-orang yang terpental dari arah depan karena saling mendorong dari berbagai arah. Entah siapa yang duluan ditakdirkan untuk mencium Hajar Aswad, laki-laki dan perempuan bercampur jadi satu. Ada yang berteriak karena terjepit, ada terinjak kakinya karena salah posisi, ada juga yang lemas karena kehabisan tenaga. Dimataku selalu karena karunia Allah SWT, kekuatan fisik  juga ikut menjadi faktor pendukung. Saya semakin mendekat ke Hajar Aswad, tinggal satu kepala di depan saya. Saya berusaha dengan segala tenaga untuk meraih dinding Hajar Asad, tetapi seketika itupula saya terpental ke luar akibat dorongan orang-orang dari arah yang lain. wih…hampir saja saya meraihnya pikirku sambil mencoba masuk lagi dalam barisan, ternyata memang sulit. Saya kemudian mencoba dari arah depan tiba-tiba tangan kekar berada pas disamping leher saya dan memegang pundak orang di depan saya. Tidak lama tangan satu lagi pas berada di leher saya juga memengan pundak orang lain. Tamatlah riwayatku….saya kepikiran semoga leher dan kepala saya tidak cedera akibat dua tangan kekar itu yang berada di antara leherku. Oh…sungguh sakit rasanya tetapi saya terus bertahan sambil berdzikir dan bertakbir kepada Allah SWT.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Alahu Akbar, La hawla wala quwwta Illah billah

Tetapi dibalik kejadian itu saya juga sempat tidak bisa menahan tawa, akibat tangan kekar yang memengang pundak orang didepan saya, mengakibatkan lengan bajunya orang tersebut robek. Dia kaget sambil tertawa lebih duluan dengan menunjukkan mimik lucu pada dirinya wih…!!!, sambil melihat lengan bajunya yang putus tersebut. Saya juga ikut tertawa cekikikan karena kepala kami saling berhadap-hadapan. Nyali saya semakin ciut rasanya dan mulai khawatir.

Tetapi kuatnya dorongan dari arah belakang membuat saya semakin dekat  pada hajar Aswad. Tangan mulai saya angkat ke atas dan mencoba untuk meraih Hajar Aswad, terbayang sudah bahwa saya berkesempatan untuk menciumnya. Tetapi entah dorongan dari  mana lagi saya kembali terpental  dan kali ini cukup jauh keluar, kerena sebagain orang berusaha juga memanfaatkan momen-momen yang meguntungkan bagi dirinya dengan menyisip ke dalam.  Saya mulai putus asa, dan berfikir biarlah saya kan sudah mencobanya, paling tidak bisa saya ceritakan kepada orang lain, siapa tau saya memang ditakdirkan seperti ini.

Pakaian saya basah karena mandi keringat sendiri dan  keringat jamaah lain yang saling mepet berdesak-desakan demi satu tujuan “mencium Hajar Aswad”.  Saya beristirahat sejenak sambil mencoba menghimpun tenaga kembali. Setelah saya merasa siap saya kembali masuk dalam barisan tetapi kali ini dari arah kanan. Bismillahirrahmanirrahim, saya berfikir untuk menggunakan  tenaga saya agar bisa mencapai harapan kali ini. Alhamdulillah beberapa kepala lagi saya sudah bisa meraba Hajar Aswad. Dan sekarang saatnya…tangan saya sudah bisa berpegangan pada lingkaran Hajar Aswad. Rasa senang mulai menyelimuti  perasaan saya dan terus berjuang untuk semakin mendekatkan kepala saya pada hajar Aswad. Kini tangan saya sudah memegang bagian dalam Hajar Aswad dan dengan teriakan Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, terus saya dekatkan kepala sampai bisa mencium bagian besi putih yang merupakan pembungkus luar dari batu Hajar Aswad.

HajarAswad02

Sekalipun saya belum bisa mencium bagian tengah dari Batu Hajar Awsad, namun saya sudah begitu gembira luar biasa karena bisa melihat dan merasakannya langsung dari jarak dekat. Saya kembali terhempas keluar dan kini saya sudah mengurungkan niat karena paling tidak saya sudah bisa mencium bibir Hajar Aswad🙂. Dengan perasaan legah saya kembali mengitari Ka’bah sambil menerobos keluar orang-orang yang sedang Tawaf untuk mencari jalan keluar. Saya berjalan menuju badan mesjid dan keluar dari pintu utama Babussalam Masjidil Haram dan kembali ke Hotel dengan senyum puas sepanjang jalan.🙂🙂🙂

 

One response to “Hari Pertama Mencium Bibir Hajar Aswad

  1. Rahmatang

    11 September 2013 at 5:36 AM

    Insya allah.. Mau kesana juga🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) PTIK FT UNM

Kerjakan tugas dengan serius, tepat waktu InsyaAllah Anda sukses!

Multimedia Pendidikan PTIK FT UNM

Kerjakan Tugas dengan Serius, Tepat Waktu, InsyaAllah Anda Lulus!

pippk

Praktek Instalasi Perawatan dan Perakitan Komputer - PTA FT UNM

Belajar Bahasa Pemrograman

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

CD Interaktif Multimedia

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Multimedia Pembelajaran Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Ajar Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH)

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Teknik Multimedia Web Blog

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini : by Mustamin Tewa'

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

sehat news

informasi seputar kesehatan terkini

amadnoy

the minimalis news

%d blogger menyukai ini: