RSS

Masjid Ar-Raudhah Madina selalu diperebutkan Jamaah

29 Agu

Bismillahirrahmanirrahim, semoga cerita ini tidak menjadikan kami sombong dan riya’ , hanya sekedar berbagi cerita sebagi wujud kegembiraan atas karunia dan rezky Allah , SWT yang tak berhingga. dan semoga kesempatan dan kenikmatan yang lebih baik pembaca rasakan InsyaAlah, amin..amin..ya Rabbal a’lamin.

Rasanya sangat disayangkan jika seorang jamaah Haji dan Umrah, tidak menyempatkan diri untuk beribadah di Mesjid Ar-Raudhah. Mesjid dimana kuburan Rasulullah Muhammad SAW berada di sana, Kuburan Abu Bakar Assidiq RA, dan Kuburan Umar Bin Hattab RA. Semua berjejer berdampingan di sebelah kiri tempat imam. Tempat imam Shalat itu sendiri berada di atas panggung yang terbuat dari batu mar-mar, pada area ini di katakan bahwa merupakan tempat yang sangat makbul untuk berdoa ditandai dengan karpet Hijau, sedangakan dil uar area ditandai dengan karpet warnah merah (waktu kami datang).

53 Panggung tempat Imam Shalat di Mesjid Ar-Raudhah

Suasana di Mesjid Ar-Raudhah sangat ramai, karena tempat ini diperebutkan oleh seluruh Jamaah yang mengerti tentang sejarah Mesjid Ar-Raudhah. Selama empat hari di Madinah saya selalu shalat di Mesjid tersebut sekalipun tidak selalu berada di dalam karpet Hijau.

54 Suasana di Mesjid Ar-Raudhah yang selalu padat Jamaah yang antri untuk masuk area karpet Hijau.

Saya kira antrian ini bukan tanpa alasan, kerana memang ditunjang oleh Hadits Rasulullah SAW sebagai berikut:

Sabda Rasulullah Saw, “Antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah di antara taman-taman surga” (HR. Bukhari no. 1196).

Alhamdulillah, karena saya ingat betul ketika diberikan manasik Haji dan Umrah di Travel Arminasari tentang Mesjid ini, maka memang terngiang-ngiang rasasanya untuk bisa berada di tempat itu. Sejak saya berada di Hari pertama di Madinah saya sudah berada di Mesjid Ar-Raudhah karena melintas dari dalam Mesjid Nabawi berjalan terus ke depan di waktu pagi sebelum para Jamaah berbondong-bondong menuju ke tempat itu.

47Jam Dinding di Tengah Jalan Depan Mesjid Nabawi

Karena Hotel saya berada satu arah dengan Jam Dinding yang berada depan Mesjid Madinah maka cukup dengan menyebrang Jalan saja saya sudah bisa berada di pelataran Mesjid Madina. Di depan jam dinding berderatan para penjual pakaian, perhiasan, tasbih, siwak, Al-Qur’an, sajadah,  kurma dan berbagai oleh-oleh lainnya.

Selama empat hari saya berada di Madinah saya selalu Shalat di Mesjid Ar-Raudhah. Tempat itulah yang selalu saya incar setiap akan memasuki waktu Shalat dan Shalat berikutnya. Cara yang saya lakukan untuk mendapatkan shaf-shaf utama di Mesjid Ar-Raudhah adalah selalu datang lebih awal sebelum masuk waktu shalat atau jam-jama dimana para jamah antri berada di tempat itu. Misalnya ketika waktu pagi ketika saya datang ke Mesjid pada Jam 09.00 pagi sekalian melaksanakan Shalat Sunat Dhuha. Setelah itu saya tadarus sampai masuk waktu Shalat Dhuhur. Setelah itu saya kemudian balik ke hotel untuk makan siang dan istirahat sejenak. Pada sekitar jam 14.30 saya kembali menuju Mesjid Nabawi dan berjalan ke depan untuk sampai ke Mesjid Raudhah dan menunggu waktu Shalat Ashar. Setelah itu saya balik ke Hotel untuk istirahat sejenak dan membersihkan diri kemudian kembali ke Mesjid untuk menunggu Shalat Magrib dan Shalat Isya. Setelah Shalat Isya saya baru kembali lagi ke Hotel untuk makan Malam  dan bertirahat. Pada jam 2.30 dini hari timer HP saya sudah berdering dan kembali saya siap-siap menuju Masjid untuk melaksanakan Shalat Malam dan menunggu waktu Shubub. Setalah Shalat Subuh saya tinggal di Mesjid mengaji sampai masuk waktu Shalat Dhuha. Begitulah setiap hari yang saya lakukan dan barangkali teman-teman saya yang lain juga begitu. Tidak banyak waktu  untuk berjalan-jalan kerena menurut saya ini adalah kesempatan untuk melaksanakan ibadah dengan maksimal karena di waktu dan tempat yang lain belum tentu saya mendapat kesempatan sebaik ini. Siapa tau ini adalah perjaanan pertama dan terakhir sekalipun saya selalu berdo’a untuk bisa kembali dan kembali lagi  sepanjang masa hidup saya, InsyaAllah. Amin..amin..amin ya Rabbal ‘alamin.

Kalau hanya untuk membeli oleh-oleh toh, pada saat pulang dari Mesjid begitu banyak penjual dan toko-toko yang terbuka siap melayani dari transaksi yang kita lakukan. Semua tersedia tergantung banyaknya bekal real yang ada di kantong kita. Kebetulan di samping hotel saya terdapat Money Canger (tempat pertukaran uang) sehingga saya tidaklah kesulitan menukar uang rupiah yang saya bawah dari Indonesia. Selain itu saat ini penjaga toko juga kadang menawari kita dengan membayar dengan uang rupiah.

Ada cerita menarik selama saya Shalat di  Mesjid Ar-Raudhah, yaitu saya selalu antri untuk bisa Shalat di area karpet hijau terutama di bawah mimbar imam. Alhamdulillah saya selalu mendapat kesempatan untuk Shalat di bawah mimbar tersebut. Cara yang saya lakukan adalah sabar menunggu kesempatan, tidak mesti bahwa saya harus melakukannya pada saat jumlah orang yang berdiri berdesak-desakan di tempat itu. Ketika itu terjadi saya kadang duduk terlabih dahulu sambil melakukan Tadarus.  Toh kesempatan Shalat ditempat itu selalu ada  sambil menunggu kesmpatan di mana jumlah jamaah mulai berkurang.

52Suasana di bawah tempat Imam di Mesjid Ar-Raudhah

Kalau mau cepat melaksanakan Shalat Sunat di tempat itu tentu langsung saja masuk dalam antrian dan begitu ada kesempatan silahkan mengambil Shaf dan Bertakbir untuk memulai Shalat sekalipun ruangnya sangat sempit. Masalahnya orang lain juga melakukan hal yang sama, karena sangat tidak mungkin untuk mendapatkan tempat yang benar-benar lapang dalam jumlah antrian yang begitu padat. Karena banyaknya jamaah  yang saling berdesak-desakan dan berlomba untuk melaksanakan Shalat Sunat tersebut. Tetapi jika Anda mau bersabar dan menunggu InsyaAllah pada akhirnya toh pasti mendapat kesempatan yang lebih baik.

Pengalaman saya di hari pertama saya melakukan Shalat Sunat di tempat itu, saya ikut antrian  berdesak-desakan dengan jamaah-jamah yang berpostur tubuh besar dan tinggi-tinggi, badan saling merapat satu dengan yang lain. Mungkin orang itu adalah orang Arab sendiri atau orang yang berasal dari negara lain dekat Arab. Begitu mendapatkan giliran, saya langsung melaksanakan Shalat Sunat di sela-sela jamaah lainnya. Beberapa orang melangkahi badan dan kepala saya untuk bisa mendapatkan kesempatan Shalat Sunat pada shaf yang ada di bagian depan. Kadang kita sedikit bersenggolan dengan jamaah lain yang mencari shaf ataupun mereka yang sedang mengerjakan Shalat Sunat. Tetapi tidak ada satupun jamaah yang merasa tersinggung atapun merasa tersakiti dengan kejadian itu. Semua melakukan ibadah dan suka cita dan menerima segala apa yang terjadi dengan penuh kikhlasan dan kesabaran. Terkadang kopiah terlepas atau miring karena kaki-kaki jamaah yang sedang melangkah ataupun mundur sedikit ke belakang karena  mencari ruang untuk tempat bersujud. Kejadian ini dapat ditemui pada saat waktu-waktu menjelang Shalat wajib.

Tetapi ada waktu lain yang lebih lowong untuk saya, khususnya di waktu setelah Shalat Subuh. Setelah antrian sudah berangsur-angsur berkurang  saya mulai mendekat dan biasanya itu terjadi menjelang pagi hari sekitar hampir jam 06.00. Kondisi jamaah di area karpet hijau mulai berkurang karena mereka sudah banyak yang pulang ke Hotelnya untuk beristirahat ataupun melakukan aktivitas lain. Pada saat itu sudah mulai ada shaf yang benar-benar kosong saya biasanya mengambil kesempatan itu untuk  dapat melakukan Shalat Sunat dengan lebih khusu’. Selain itu saya juga dapat melakukan Tadarus Al-Qur’an. Alangkah senangnya menikmati suasana tersebut dimana para jamaah sibuk berdo’a. mengaji ataupun sedang melakukan Shalat Sunat. Saya selalu menyempatkan diri Shalat Sunat di bawah panggung tempat imam berada. Pada jam-jam itu area karpet hijau sudah mulai ditutup menggunakan pagar plastik berwarna putih oleh para petugas mesjid. Saat itu para pembersih mesjid mulai bekerja mengisap debu-debu dan kotoran karpet. Mungkin waktunya antara 30 menit atau lebih mereka bekerja untuk membersihkan area itu. Karena setelah dibersihkan selanjutnya akan digunakan oleh jamaah perempuan dengan waktu yang terbatas sampai menjelang Shalat Dhuhur. Di bawah tempat imam itu pulalah saya diberi dua buah tasbih oleh seseoarang yang duduk bersandar pada tiang panggung imam yang terbuat dari mar-mar. Tasbih itu  berwarna putih dan satunya lagi berwarna hitam, senang rasanya mendapatkan oleh-oleh itu. Pada saat terlintas dipikiran untuk meminta dua tasbih lagi supaya bisa mencukupkannya empat (maksudnya supaya bisa saya kasih ke Istri, Mertua dan Ipar saya) eh..orang itu sudah tidak ada ditempatnya he he. Saya hanya beristigfar dan menyadari bahwa toh ini adalah pemberiaan yang ikhlas dari orang itu.

Saya kemudian beranjak dari tempat duduk saya dan mencari jalan keluar dari area karpet yang sedang dibersihkan. Saya melihat seorang arab yang berpakaian gamis hitam, berkacamata dan menggunakan sorban. Orang ini mengontrol seluruh para pekerja yang ada di area Ar-Raudhah yang sedang dibersihkan. Kalau memperhatikan pakaiannya, saya menduga orang itu adalah salah satu dari beberapa orang yang berada dipanggung iman ketika memimpin Shalat Subuh. Saya mencoba berjabat tangan dengan beliau dan membukukkan diri saya untuk mencium tangannya, tetpai Dia menariknya dan menunjuk ke atas sambil mengucapkan dalam bahasa arab bahwa hanya Allah yang suci, dan mengisyaratkan kepada saya untuk hanya berjabat tangan saja. Saya hanya membalas dengan senyuman kemudian berlalu pergi. Subuh berikutnya saya kembali menemui orang yang berpakaian sama dengan orang yang kemarin mengnontrol para pembersih mesjid di depan kuburan Rasulullah SAW, saya kembali berjabat tangan dan orang itu tersenyum kepada saya. Alhamdulillah, senang rasanya saya berada ditempat itu, tempat yang memberikan ketenangan jiwa dan hati nurani. Semoga para pembaca yang juga berharap bisa berkunjung kesana (Madina dan Makkah) InysaAllah secepatnya mendapatkan rezky dan kesempatan untuk itu, Amin, amin, amin ya Rabbal ‘alamin.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) PTIK FT UNM

Kerjakan tugas dengan serius, tepat waktu InsyaAllah Anda sukses!

Multimedia Pendidikan PTIK FT UNM

Kerjakan Tugas dengan Serius, Tepat Waktu, InsyaAllah Anda Lulus!

pippk

Praktek Instalasi Perawatan dan Perakitan Komputer - PTA FT UNM

Belajar Bahasa Pemrograman

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

CD Interaktif Multimedia

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Multimedia Pembelajaran Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Ajar Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH)

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Teknik Multimedia Web Blog

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini : by Mustamin Tewa'

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

sehat news

informasi seputar kesehatan terkini

amadnoy

the minimalis news

%d blogger menyukai ini: