RSS

Berbagai Modus Telepon Penipuan: Anak Terjerat Narkoba, Kecelakaan dan Seminar Nasional

03 Sep

Telepon: Anak Terlibat Narkoba
Pagi ini saya menonton pada Jam 5.27 (Jam Komputer Saya), sebelum acara Topik Pagi di ANTV lalu kemudian disiarkan bahwa salah seorang Ibu tinggal di Kulon Progo Yogyakarta menerima telepon dari seseorang yang menyampaikan bahwa anaknya terlibat narkoba dan minta uang tebusan sebesar Rp.60.Juta, jika tidak anaknya akan ditembak mati.
Karena ibu tersebut sangat sayang kepada anaknya maka dia sangat panik dan takut mendengar kondisi anaknya. Ibu itu menjawab bahwa Dia tidak memiliki uang sebanyak itu karena profesinya hanya seorang buruh.
“Lalu berapa uang yang Ibu punya!”
“Saya hanya memiliki Rp.2 Juta, itupun dengan mencukupkannya dengan cara meminjam!”
“Kemudian sipenelpon ok lah kalau begitu, transfernya sekarang!!!”
Ibu itupun bergegas mengumpulkan uang tebusan dan bergegas pergi untuk mentransfer pada nomor rekening yang diberikan. Dalam perjalan terbetik hati untuk melaporkan kejadian tersebut kepada  pihak kepolisian terdekat. Polisi menyampaikan kepada Ibu tersebut bahwa itu adalah bentuk penipuan, sampai pada akhirnya polisi mempertemukan Ibu dengan Anaknya, Alhamdulillah ibu tersebut tidak jadi mentransfer uangnya.

Telepon: Anak Jatuh di Sekolah
Cerita ini kejadiaannya di SMP Negeri 1 Sungguminasa Kab. Gowa Sulawesi Selatan.  Salah seorang guru menceritakan dengan segala keheranannya sampai cerita ini saya tulis kejadian tersebut sudah terjadi sebanyak 3x telepon kepada orang tua siswa.Si penelpon tahu nama orang tua dan siswa sebagai korban. Berikut ceritanya:
“Bu saya Guru dari Anak Ibu, Anak ibu terjatuh dari lantai II sekolahnya, dan sekarang patah, kepala pecah dan sedang ditangani Dokter dirumah sakit. Anak ibu saat ini akan dioparasi  dan mau dipasangi alat tetapi Dokter meminta untuk di bayar terlebih dahulu karena harga dari alat tersebut sangat mahal sekitar Rp.10 Juta” Segera siapkan uangnya dan transfer ke nomor rekening ini!”
“Spontan Ibu tersebut menagis menjerit histeris memanggil suaminya untuk menyiapkan segera uang yang dimaksud”. Dalam kecepatan tinggi motor meluncur menuju kesekolah Anaknya, dan begitu motor tiba didepan sekolah Ibu itupun langsung loncat dan berteriak semakin histeris dan berteriak memanggil manggil anaknya, sambil berlari masuk kedalam sekolah diikuti oleh suaminya!
“Oooooooooooooh Kodong mate tojemmi anakku kodongngggg eh ngek..ngek! Kamaemi anakku dengan suara yang begitu mengganggu seluruh komunitas sekolah. Sehingga spontan aktivitas pembelajaran menjadi terhenti sejenak.
Guru piket yang ikut kaget hampir-hampir tidak bisa mengejar ibu yang berlari sambil meraung raung memanggil anaknya. Setelah berhasil di kerumuni oleh Guru-Guru yang ada di sekolah kemudian ditanya “ada apa ibu menjerit jerit masuk sekolah!, lalu sambil meraung raung menangis menyampaikan bahwa anaknya katanya kecelakaan di sekolah, Salah seorang Guru langsung memanggil anak ibu tersebut yang sedang asyik belajar di Lantai II untuk segera menemui ibunya. Setelah bertemu Ibu tersebut memeluk anaknya sangat erat sambil menagis sejadi-jadinya.
Alhamdulillah…untung uang belum sempat ditransfer, tetapi kejadian ini sudah sempat menghentikan aktivitas belajar siswa beberapa menit dan lagian kejadian ini menurut informasi sudah terjadi sebanyak 3x. Wah..wah..wah…rasanya kita semua perlu lebih waspada soalnya nomor telepon, alamat, nama dari seluruh anggota keluarga bahkan aktifitas kitapun kadang sudah diketahui semua oleh si penelpon.

Telepon Anak Terjatuh di Kampus
Cerita ini menimpa salah satu keluarga yang tinggal di Sukamaju 15 Makassar. Sekitar 2 Tahun lalu anak tertuanya tertabrak mobil dan sempat patah kakinya. Sekarang sudah kondisinya dapat berjalan dengan baik dan melakukan akivitas kuliah di salah satu Jurusan Teknik di UNM. Sutau ketika tiba-tiba telepon rumah berdering di pagi hari menjelang siang  dan diangkat oleh Ibu Korban.
“Bu, Anak ibu Irfan, terjatuh di Kampus, dan kakinya kembali patah, sekarang kami ada di rumah sakit, dan Dokter akan melakukan operasi cuma membutuhkan biaya sekitar Rp.7 Jt untuk pengobatannya, Segera yah Bu? soalnya kondisinya semakin memburuk!, ini nomor rekeningnya!”
Dalam keadaan panik, Ibu Korban langsung  menyiapkan uang dan pergi melakukan transfer pada nomor rekening yang diberikan. Sementara yang lain mencoba menghubungi nomor telpon korban yang juga sedang sulit dihubungi. Setelah transfer selesai dilakukan tidak lama kemudian anak dari Ibu tersebut pulang kerumah dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Karena sudah menyadari bahwa keluarga tersebut  tertipu maka anggota keluarga langsung menghubungi  nomor sipenelpon yang sekarang sudah tidak aktif, dan melacak nomor rekening yang ditempati transfer sebelumnya yang juga ternyata sudah ditutup.

Telepon Suami Kecelakan dalam Masa Studi
Kejadian ini diceritakan oleh teman saya bahwa salah satu Keluarga Dosen UNM yang suaminya sedang tugas belajar mengambil program Doktor (S3) di salah satu universitas di Jakarta mengalami kecelakan. Korban diberikan nama samaran Arman, Ceritanya begini:
“Bu, ini Istri pak Arman ya?, mohon maaf bu, saya teman S3-nya Bapak. Bapak sedang musibah kecelakaan pada saat mau menuju kampus, sekarang mau dioperasi dan biayanya Sekitar Rp.15 Juta. Mohon segera mentransfer uang ke nomor rekening ini, supaya suami ibu dapat  tertolong!”
Istri korban pun dalam keadaan panik, mencoba menghubungi nomor ponsel suaminya tetapi tidak nyambung. Tidak lama kemudian, tanpa pikir panjang lagi langsung bergegas pergi menuju bank untuk mentransfer uang sebesar Rp.10 Juta. Setelah berhasil melakukan transfer tambahan sisa uang Rp.5 Jt sedang diusahakan dengan menjual perhiasan emas di tukang jual beli emas. Karena salah satu anak terus mencoba menghubungi nomor ponsel dari ayahnya dan ankhirnya nyambung menyampaikan bahwa “katanya Bapak Kecelakaan, dan mau dioperasi”, ibu sudah mentransfer uang sebesar Rp.10 juta ke teman Bapak!” Karena Ayahnya tahu bahwa itu pasti tindakan penipuan maka langsung menyampaikan telpon ibu untuk tidak melakukan apa-apa karena saya sehat-sehat saja!”. Sadar akan hal tersebut maka seluruh anggota keluarga mencoba menelpon ibunya yang sedang melakukan transaksi jual perhiasannya. Setelah nyambung dan disampaikan duduk perkaranya, ibunya unglai, kecewa, sedih, benci campur dendam kepada si penelpon tetapi harus pasrah karena uang telah ditransfer.

Telepon Ada seminar Nasional
Cerita ini hampir menimpa teman-teman yang ada di kampus. Pasalnya salah seorang senior yang begitu dihormati bergelar Profesor sedang berada di Jakarta memberi mandat kepada asistennya untuk menelpon beberapa teman-teman Dosennya untuk mengikuti seminar Pengembangan Jurusan di Jakarta. Uang yang diminta sebesar Rp.2 Jt perorang. Nomor rekening sudah diberikan dan diminta segera melakukan pembayaran karena tempat terbatas. Tetapi salah satu Dosen mencoba menelpon HP sang Profesor, Alhamdulillah   berhasil menelpon dan setelah berbincang-bincang sejenak ternyata itu telepon sebelumnya hanyalah tindakan penipuan.
Catatan: Kok bisa tahu semua nama Dosen dan nomor ponselnya!

Telepon: Anak Kecelakan di Sekolah
Cerita ini menimpa salah seorang Guru Bahasa Inggris di SMP yang terletak di sekitar Kawasan Industri Makassar. Beliau sedang ada dirumahnya dan pagi itu menerima telepon dari seseorang sebagai berikut:
“Bu Kum!, Anak ibu kecelakaan, kakinya patah dan pendarahan, sekarang mau di bawah kerumah sakit terdekat mohon mentransfer uang bu untuk biaya pengobatannya!”
Bu Kum menyela, dan langsung mbertanya balik nama anaknya siapa?”
Sambil terkesan berfikir kemudian sipenelpon menyebut “Ruby, bu?”
Bu kumalasi pun menjawab “oh..Ruby? memang anak itu sangat nakal, saya sebagai ibunya juga sangat mengharapkan kematiannya”, kalau belum mati bunuh saja!”
Sipenelpon langsung menutup telepon. Bu Kum tertawa karena ternyata Dia tidak punya anak seumuran SMP yang bernama Rubi he he.

Telepon: Anak Suter Beti Kecelakaan
Cerita ini menimpa suster Beti yang juga menjabat kepala bagian di salah satu rumah sakit ternama di Makassar. Karena cintanya kepada anak laki-lakinya yang meninggal beberapa tahun lalu akibat Penyakit Deman Berdarah (DBD) masih terkadang meninggalkan kesedihan yang begitu mendalam. Baru-baru ini dalam perjalanannya mudik lebaran tiba-tiba mendapatkan telpon sebagai berikut:
“Bu anaknya yang perempuan kecelakaan, sekarang ada dirumah sakit dan akan dipasangi salah satu alat yang cukup mahal pada bagian kepalanya. Kalau tidak percaya silakan Bu, berbicara dengan Dokternya!” Dalam percakapan itu ternyata suster Beti belum menyadari bahwa dirinya adalah seorang Suster yang mengenal hampir seluruh Dokter Yunior sampai Senior.
“Bagaimana Kondisi anak saya Dok?”, Dokter itupun kembali mengulangi ucapan yang sama dengan pembicara sebelumnya. Kemudian Suster Beti kembali bertanya “Oh..iya ini dengan Dokter siapa dan tugas dimana?”, sipenelpon mulai ragu-ragu dan kelihatannya sedang berfikir untuk menyebut nama seseorang. Setelah ia menyebutkan namnya kemudian suster Beti kembali bertanya apa nama alat yang Anda mau pasang ternyata Dokter itu juga tidak tahu apa namanya!”
Kemudian suster Beti menyampaikan “eh Dokter Gadungan saya ini bekerja di rumah sakit yang Anda sampaikan. Tidak ada dokter yang bernama kamu!” Telepon langsung diputuskan.

Catatan:
Mari mengambil hikmah dan menyimpulkan sendiri dari berbagai kejadian yang telah menimpa saudara-saudara kita. Bukan tidak mungkin kita juga sedang diincar kejadian yang sama, dari orang yang mengenal kita, dari orang yang iseng, dari orang yang ingin berniat jahat kepada kita dengan cara mempelajari terlebih dahulu apa dan dimana pekerjaan kita, Alamat, Anggota keluarga kita dengan segala aktifitasnya. Tetapi bukan karena banyaknya kejadian seperti itu lantas menjadikan kita takut, tingkatkan kewaspadaan, beribadalah dengan benar agar Allah menghindarkan kita semua dari berbagai kejadian yang seperti itu. “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berserah Diri”. “Ya Qawiyyu Mallidhoifi gairuka”, “Bismillahi ladzi laa yadurru ma asmihi sai’un fil Ardhi walaa fissama. Wahua ssamiul ‘alim” (Mohon membenarkan jika ada ejaan yang salah!).

 

One response to “Berbagai Modus Telepon Penipuan: Anak Terjerat Narkoba, Kecelakaan dan Seminar Nasional

  1. 4din&d4us

    4 September 2012 at 11:34 PM

    Trima kasih banyak pak Mus (Dg.Tewa’), informasi anda sangat menolong bagi yg belum pernah dapat telepon penipuan.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) PTIK FT UNM

Kerjakan tugas dengan serius, tepat waktu InsyaAllah Anda sukses!

Multimedia Pendidikan PTIK FT UNM

Kerjakan Tugas dengan Serius, Tepat Waktu, InsyaAllah Anda Lulus!

pippk

Praktek Instalasi Perawatan dan Perakitan Komputer - PTA FT UNM

Belajar Bahasa Pemrograman

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

CD Interaktif Multimedia

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Multimedia Pembelajaran Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Ajar Interaktif

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH)

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini.

Teknik Multimedia Web Blog

Apa yang bisa kita berikan untuk Negeri ini : by Mustamin Tewa'

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

sehat news

informasi seputar kesehatan terkini

amadnoy

the minimalis news

%d blogger menyukai ini: